Skip to main content

Harga Diri Seorang Mukmin

Harga Diri Seorang Mukmin

Apabila Allah mencintai hamba-Nya, yang pertama Dia berikan adalah ampunan-Nya. Allah tumbuhkan dalam hatinya kesungguhan untuk menjalankan aneka ketaatan. Satu di antaranya adalah kecintaannya pada shalat Tahajud.

Jibril berkata kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, "Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, tetapi ingatlah, sesungguhnya kamu pasti mati. Cintailah siapa saja yang kamu sukai, tetapi ingatlah, sesungguhnya kamu akan berpisah dengannya. Berbuatlah sesukamu, tetapi ingatlah, sesungguhnya kamu akan diberi balasan."

"Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin itu terletak pada shalat malam (tahajud)nya dan harga dirinya terletak pada ketidakbergantungannya kepada manusia."
(HR Al-Hakim dan At-Thabrani)

Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Kata Mutiara

# " Kerja dengan hati yang tulus dan ikhlas " # " Bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil " # " Tetap semangat dan istiqomah, semua pasti menghasilkan yang terbaik " # " Hidup harus bermanfaat untuk orang lain" # " Sabar tanpa batas, pencapaian itu penting,Jujur yang utama" # " Ikhlas... ikhlas.... dan iklhas... itulah salah satu kunci pencapaian keberhasilan" # " Pantang menyerah, kebehasilan ada di depan Anda"

Perintah Sholat Tahajud

 {وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا} {QS:Al-Isro:79} “Dan pada sebagian malam hari, hendaklah engkau sholat Tahajjud sebagai ibadah tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Allah mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”. (QS : Al-Isro’ : 79)

Indahnya Menyepi Bersama Allah

Indahnya Menyepi Bersama Allah 👉 Manusia seringkali terlena oleh gemerlapnya dunia. Keindahannya seringkali membuat kita terhanyut dalam keramaian yang sarat kepentingan.   51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan Pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami. (Al-A’raf: 51). Ketika kesendirian menyapa, atau lebih tepatnya menyepi (khalwat bersama Allah), terkadang kita merasa jemu dan ingin segera keluar dari suasana seperti itu. Tapi sebenarnya dalam khalwat tersimpan kenikmatan yang berbeda. Khalwat adalah sarana menguatkan jiwa. Suasana hening menyediakan forum kepada batin untuk bertanya pada dirinya akan motif-motif yang selama ini memotori aktifitas jasad dan fikriyahnya. Ia menjadi momentum untuk mengoreksi kecenderungan-kecenderungan bati...